hong island

Perjalanan Darat dari Singapore ke Phuket (Bag 2)

Hari 4-6: Krabi

Minivan menjemput kami di penginapan di Georgetown untuk pergi ke Krabi. Perjalanan akan ditempuh dari pagi hingga sore. Dari Malaysia, kami masuk ke Thailand lewat kantor imigrasi Songkhla. Nama checkpoint imigrasi ini harap diingat kalau-kalau ada masalah di kemudian hari seperti yang sempat kami alami di Phuket (lebih detail di postingan selanjutnya).

Kantor imigrasi ini sepi sekali, dan dibanding imigrasi di negara-negara sebelumnya yang lancar jaya, ini imigrasi yang agak berdrama. Hehe. Mulai dari supir minivan yang memungut biaya beberapa ringgit dari penumpang (yang belakangan saya tau kalau itu uang pelicin :P), petugas imigrasi yang khusus ngecek orang Indonesia (jadi kami pemilik paspor hijau dicek dua kali, di antrian dan di loket, huh), sampai ada seorang penumpang turis Rusia yang ga bisa bahasa Inggris dan akhirnya mesti ditinggal di imigrasi.

Kami melanjutkan perjalanan selama beberapa jam dan sudah melewati Hat Yai. Pada titik ini, kami agak-agak resah karena… lapar! Haha… Saya dengar biasanya minivan bakal bawa penumpang istirahat di terminal Hat Yai untuk makan, jadi kami ga bekal cemilan sama sekali. Untungnya setelah agak lama, minivan berhenti di sebuah pusat oleh-oleh. Kami makan fried chicken dari sebuah gerobak franchise, dan itulah makanan paling enak yang pernah kami makan selama trip ini (mungkin karena lapar banget ya haha…)

Dengan perut terisi, kami lebih menikmati perjalanan selanjutnya. Pemandangan di kota-kota menuju Krabi ini menurut saya mirip dengan di kota kecil di Indonesia. Bedanya tulisannya ga kebaca aja gitu. Hehe… Setelah tiba di Krabi Town, supirnya tanya kami mau ke mana. Kami menginap di daerah Ao Nang yang letaknya tepi pantai. Si supir menurunkan dan mengarahkan kami ke sebuah songthaew (angkot) jurusan Ao Nang. Pemandangan ke Ao Nang cukup keren dengan banyaknya limestone di kanan kiri jalan. Kami sempat kebingungan cari lokasi hotel, tapi supir dan penduduk lokal baik banget ikut membantu sampai telepon ke hotelnya segala dan pas nyasar dikasih tumpangan gratis *terharu. Jadi ingat kata teman saya yang ke pernah ke sana, “Krabi kotanya biasa aja, tapi penduduknya ramah banget.” Itu ternyata benar adanya.

Ao Nang Beach

Sampai di hotel, kami senang liat kamarnya. Ini harganya semalam 250K kalau dirupiahin, dan dengan harga segitu masih lebih bagus daripada yang bisa didapat di Indonesia (apalagi Singapore dan Penang :P). Jadi ngerti kenapa ada orang Indo yang doyan bolak-balik ke Thailand. Hehe…

Kegirangan dapat kamar murah dan luas di Ascott Krabi

Kegirangan dapat kamar murah dan luas di Ascott Krabi

Malamnya kami jalan-jalan sekitar hotel sampai pantai. Suasananya enak, seperti Kuta tapi jauh lebih tenang. Enak buat liburan keluarga. Di sini juga ada pertunjukan kabaret ladyboy dan kickboxing, tapi tampaknya ga segahar di Phuket 😛

Suasa Ao Nang di malam hari

Suasana Ao Nang di malam hari

Buat yang muslim, liburan ke sini juga enak karena banyak makanan halal. Penduduk Krabi mayoritas muslim, jadi jangan heran kalau ketemu masjid besar dan perempuan lokal yang berjilbab. Makanan favorit kami selama di Krabi adalah Thai Pancake, yang sebenarnya mirip-mirip roti canai dengan isi macam-macam seperti keju tomat atau pisang coklat.

Malam-malam jajan Thai Pancake

Malam-malam jajan Thai Pancake

Besoknya Thai Pancake lagi :P

Besoknya Thai Pancake lagi *doyan 😛

Kami punya 2 hari full di Krabi, jadi mau eksplor pulau-pulau sekitarnya. Kami ikut kayaking tour ke Hong Island, dan besoknya lagi ikut Phi Phi Island tour. Masing-masing kena biaya 1000 THB dari agen di hotel. Harga termasuk antar jemput ke hotel, makan siang, dan sewa mask untuk snorkeling. Masih kurang murah untuk ukuran low season ya, tapi kami ga mikir buat nawar atau cari-cari lagi di luar karena berasa murah setelah jalan dari Singapore yang serba mahal. Haha…

Kayaking di Hong Island

Ada yang bilang kalau pulau Hong ini yang terindah di sekitar Krabi, jadi penasaran ke situ. Untuk tour ke Hong Island, tournya ada yang snorkeling dan ada yang sama kayaking. Yang sama kayaking lebih mahal, tapi beneran deh mending pilih yang kayaking karena snorkelingnya mah biasa aja *spoiler banget ya haha. Tapi emang kayakingnya asik sih, mengelilingi pulau Hong dari pagi sampai siang, jadi bisa liat pantai di sisi lain pulau Hong dan juga mampir ke laguna tersembunyi. Yang ikut kayaking juga masih sedikit. Oh iya kayaking di sini dayung sendiri ya, bukan yang didayungin sama mang-mang gitu :)) jadi bisa lumayan olahraga.

Perahu kayu yang akan mengantarkan kami ke Hong Island

Perahu kayu yang akan mengantarkan kami ke Hong Island

Kayaking di Hidden Lagoon

Kayaking di Hidden Lagoon

Lagoon kecil di Hong Island

Pemandangan di Hong Island

Phi Phi Island Tour

Nah kalau yang ini udah terkenal banget, ga usah dijelasin ya. Hehe… Intinya island hopping dan snorkeling di sekitar Phi Phi island dengan speed boat. Meskipun itungannya waktu itu low season, ternyata tetap aja kayak cendol… rame banget! Kalau mau sepi emang harus nginep di Phi Phi dan sewa kapal sendiri pagi-pagi. Snorkelingnya lumayan, tapi lautnya lagi choppy banget. Di kapal kami, dikasih aturan cuma yang bisa berenang aja yang boleh turun snorkeling.

Phi Leh Bay, lokasi tempat snorkeling

Phi Leh Bay

Spot snorkeling

Spot snorkeling

Coralnya lumayan subur (sekalian pamer otot kaki)

Coralnya lumayan subur (sekalian pamer otot kaki)

Lokasi sarang burung walet?

Lokasi sarang burung walet?

Pantai di Phi Phi Island

Sampai di Phi Phi Island, cuaca lagi agak mendung

Eh lumayan panjang ya postingan tentang Krabi. Maklum emang itu yang paling berkesan buat kami, dari penduduknya yang ramah sampai kegiatannya yang asik. Destinasi selanjutnya Phuket, akan dibahas di bagian terakhir. Stay tune ya… 😛