Transit 12 Jam di Sydney

Kemarin saya liburan ke New Zealand, dan waktu berangkatnya ada transit 12 jam di Sydney. Kebetulan sebelumnya belum pernah ke Sydney, jadi waktu transit ini saya manfaatkan buat eksplor sedikit di kota. FYI, kalau transit lebih dari 8 jam di Australia dan belum punya visitor visa, perlu buat visa transit yang bisa digunakan sampai 3 hari per kedatangan.

Buat yang baru pertama kali ke Sydney, paling cocok dan mudah eksplor daerah Circular Quay aja, karena di sini ada landmark yang terkenal seperti Sydney Opera House dan Harbour Bridge. Cara ke sana tinggal naik kereta Airport Link dan berhenti di stasiun Circular Quay. Tiketnya bisa dibeli satuan atau bisa juga beli Opal Card dan top up balance-nya. Waktu itu biaya sekali jalan AUD 19.40, dan ini termasuk biaya gate pass bandara AUD 14.90. Artinya, kalau mau bayar murah (AUD 4.50) bisa aja jalan ke luar bandara dulu dan naik kereta dari stasiun sesudah bandara, seperti yang orang-orang lokal biasa lakukan. Saya sih males, jadi langsung naik dari bandara aja. Time is money haha…

DSC02545

Perjalanannya kurang dari setengah jam, dan begitu sampai stasiun Circular Quay dan jalan keluar kita udah bisa liat bangunan-bangunan ini dari kejauhan.

DSC02550

Sydney Opera House

DSC02563

Kayaknya “wajib” lah ya turis ke sini, meski ga nonton apa-apa di operanya, cuma foto bangunannya aja hehe. Kalau mau foto yang bagus sebenarnya bisa dari tengah pantainya naik ferry, tapi dari pinggir begini pun bagus karena bisa ketemu burung-burung yang lagi asik nongkrong.

Sydney Harbour Bridge

DSC02564

Ikon lain dari Sydney. Kalau mau dan banyak waktu bisa naik ke jembatannya dengan biaya sekitar 2 juta 😀

Royal Botanic Gardens

DSC02614

Letaknya dekat dengan opera house. Tamannya luas sekali buat nongkrong, dan di sini bisa lihat beberapa spesies burung berkeliran dengan bebas.

DSC02596

DSC02610

Di sini juga ada semacam monumen batu bernama Mrs Macquarie’s Chair. Dari situ bisa foto opera house dari kejauhan dengan setting yang lebih bagus (di pinggir pantai), tapi saya ga ke situ karena udah keburu lapar. Masalah klasik lah ya haha. Jadinya setelah ngadem di taman, saya ke tempat selanjutnya yang letaknya di sisi satunya harbour, yaitu…

The Rocks

DSC02637

The Rocks ini daerah yang penuh dengan bangunan-bangunan lama. Di sini ada tempat belanja, restoran, dan lain-lain yang berupa bangunan lama yang cantik-cantik. Bahkan kantor polisinya pun bangunannya klasik (ga saya foto, takut ditangkep wkk).

DSC02641

DSC02634

Salah satu restoran yang terkenal banget di sini namanya Pancakes on the Rocks. Menunya tentu saja ada pancakes dan crepes dengan variasi isian dan topping, dan ada juga pizza. Harga-harganya sekitar AUD 15 dengan porsi yang lumayan banget ternyata, bisa buat sharing. Rasanya yaaa lumayan lah walaupun ga gimana amat.

DSC02627

DSC02624

DSC02623

Salah satu yang menarik lagi daerah sekitar The Rocks, saya sempat ketemu toilet umum yang bangunannya lama gini. Awalnya saya pikir ini bangsal atau apa 😀 Intinya The Rocks ini daerah yang instagrammable deh, cocok buat kalian yang pengen eksis di Instagram *halah :))

DSC02640

Segitu aja yang sempat saya eksplor selama transit. Sebenarnya masih ada waktu sekitar 2-3 jam lagi lah, kalau mau bisa ke State Library atau SEA LIFE Aquarium yang ga begitu jauh dari situ, tapi saya ga mau ambisius banget secara masih jet lag dan kurang tidur juga kemarinnya.

Nantikan postingan selanjutnya tentang New Zealand (lagi-lagi kalau ga males :P).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s