Liburan Keluarga ke Kuala Lumpur

Sekali-kali nulis tentang liburan keluarga biar ga dikira kelayapan sendiri mulu. Hehe… Liburan kali ini spesial karena pertama kalinya si kecil ke luar negeri dan pertama kalinya liburan ke luar bareng keluarga dari Aceh. Yah walaupun sebenarnya buat yang di Aceh, ke Malaysia itu deket banget, malah lebih jauh kalau ke Bali 😀

Merencanakan liburan keluarga agak berbeda dengan liburan sendiri karena lebih banyak constraint-nya, seperti itinerary yang tidak boleh terlalu capek dan tidak terlalu banyak jalan mengingat ada orang tua yang tidak kuat jalan jauh. Makanya meskipun “cuma” ke Kuala Lumpur, saya sampai tanya-tanya teman tentang rekomendasi penginapan dan transportasi di sana.

Akomodasi

Kalau pergi bareng keluarga, saya lebih suka pilih penginapan tipe rumah atau villa. Di sini juga saya pilih sewa apartemen lewat AirBnB. Alasannya biar kami punya space untuk ngumpul, dan juga biar si kecil bisa lebih bebas mainnya. Maklum lah dia lagi lasak-lasaknya, di rumah aja sebelum tidur harus lari bolak-balik keliling rumah dulu. Ga kebayang kalau nginap di hotel yang spacenya kecil, mungkin dia acak-acak seisi kamar xD

Ruang keluarga di apartemen

Kami juga pilih menginap di pusat kota supaya anak dan orang tua nantinya tidak terlalu capek di jalan kalau mau mengeksplor tempat wisata. Kami pilih tinggal di kawasan Bukit Bintang yang terkenal dengan pusat pertokoan dan kulinernya. Daerah ini juga dekat dengan KLCC yang merupakan pusat bisnisnya Kuala Lumpur.

Pemandangan KL Tower dari apartemen di Bukit Bintang

Ada banyak kompleks apartemen sekitar Bukit Bintang, dan berdasarkan rekomendasi dari teman, kami akhirnya pilih Swiss Garden Residences. Lokasinya strategis, unitnya cukup bagus dan luas, dan harga sewanya terjangkau. Untuk 5 orang dan 1 anak, kami pilih apartemen dengan 2 kamar tidur. Fasilitasnya juga memadai untuk keluarga. Ada dapur beserta alat masak dan perlengkapan makan, juga mesin cuci dan setrika yang bisa dipakai.

Salah satu kamar, maaf berantakan 😛
Dapur dan mesin cuci

Transportasi

Selama di sana, kami ke mana-mana naik Grab. Tarif minimum RM 12 untuk mobil 6-seater. Karena tempat wisatanya dekat dengan tempat kami menginap, tarif paling mahal juga sekitar RM 20-an. Sebenarnya ada juga bus gratis Go KL untuk keliling sekitar KLCC dan Bukit Bintang, tapi kami tetap naik Grab supaya ga perlu nunggu lama.

Dari dan ke bandara juga kami naik Grab. Mereka tampaknya sedang jor-joran ngiklan tarif ke bandara RM 65 sahaja untuk yang 4-seater. Untuk yang 6-seater kena RM 105, tapi itu tetap jauh lebih murah daripada naik kereta KLIA Express yang tarifnya RM 55 per orang dan rutenya sampai KL Sentral saja.

Satu-satunya waktu kami tidak naik Grab yaitu waktu ke Genting Highland. Berwisata ke Genting dari KL sangat murah dan nyaman pakai bus Go Genting yang berangkat dari KL Sentral dan Pudu Sentral. Apartemen kami dekat dengan Pudu Sentral, jadi tidak sulit juga ke sana. Untuk lengkapnya ke Genting mungkin nanti di bagian tersendiri ya.

Kuliner

Enaknya tinggal di daerah Bukit Bintang, cari makanan sekitar apartemen ga akan susah, tinggal jalan aja. Kulineran di daerah sana bisa ke Jalan Alor, atau kalau perlu rekomendasi tempat makan halal, bisa cek di postingan saya tentang kuliner halal di Bukit Bintang.

Suasana malam di Jalan Alor

Itinerary

Tidak seperti liburan sendiri yang bisa adventurous ke sana sini, tiap liburan keluarga kami kebanyakan santai dan ngumpul aja. Tiap hari maksimal hanya ke 2 tempat yang berdekatan. Rencana mau pergi ke mana juga sangat bisa berubah-ubah. Makanya agak bingung juga kalau harus menjabarkan itinerary. Hehe… tapi itinerary kemarin jadinya kira-kira seperti ini.

  • Hari 1: Bandung/Banda Aceh – Kuala Lumpur
  • Hari 2: Aquaria dan menara Petronas KLCC
  • Hari 3: KL City Gallery dan Pavilion Mall
  • Hari 4: Genting Highland
  • Hari 5: Kuala Lumpur – Bandung/Banda Aceh

Sekian bagian overview-nya. Untuk kegiatan selama di Kuala Lumpur, disambung ke Bag 2 (mudah-mudahan ga males nulis :P) kapan-kapan (karena sampai 4 bulan setelahnya pun masih males nulis wkkk).

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s