Kuliner Halal Bukit Bintang

Daerah Bukit Bintang di Kuala Lumpur cukup terkenal sebagai tempat wisata shopping dan kuliner. Ngomongin soal kuliner di sana, biasanya ga jauh-jauh dari wisata kuliner malam di Jalan Alor. Sayangnya, bagi mayoritas turis Indonesia yang muslim, kuliner di sana yang didominasi masakan Chinese kurang direkomendasikan karena kehalalannya diragukan. Kebetulan saya waktu terakhir ke sana tinggal di daerah Bukit Bintang dan bawa keluarga dari Aceh, jadi harus ekstra pilih-pilih. Kalau sendiri sih bebas haha… xD

Sebenarnya ga sulit juga menemukan makanan halal di daerah Bukit Bintang, karena banyak sekali restoran India dan Arab di sekitar sana. Tapi kalau coba makanan dengan tipe yang sama terus mungkin bosan juga. Buat yang perlu rekomendasi, ini beberapa tempat kuliner halal yang sempat saya coba di sana. Disclaimer: halal di sini menurut info dari pemilik dan juga review dari banyak orang ya. Kalau ragu bisa cek sendiri lebih lanjut.

1. Tg’s Nasi Kandar

Banyak kedai mamak di sekitar Bukit Bintang, tapi kami coba yang katanya paling terkenal aja, yaitu Tg’s. Di sini ada macam-macam makanan khas mamak seperti roti-rotian dengan kari (naan, canai, dsb.) dan juga nasi kandar yang bisa dipilih prasmanan.

Pilih lauk dan sayur
Suasana sebelum ramai

Terhitung sempat 3 kali beli makan dari sini. Setelah coba-coba berbagai menu, menurut saya yang best itu roti garlic dan kadai chicken. Roti garlic yang gurih dan kadai chicken yang creamy… benar-benar killer combination :)) Nasi briyani di sana juga enak.

Kiri nasi briyani kari ayam, kanan roti garlic with vegs

Posisinya di Tengkat Tong Shin, ga begitu jauh dari Jalan Alor.

2. Nasi Ayam Chee Meng

Mendengar kedai nasi ayam dengan nama Chinese, mungkin langsung terpikir non-halal ya, tapi jangan khawatir, yang ini sudah berlogo halal kok.

Kedai nasi ayam tampak depan
Selalu ramai pengunjung di malam hari

Di sini menu utamanya tentu saja nasi ayam hainan baik yang ayamnya rebus maupun goreng. Waktu saya ke sana malam-malam, yang rebus udah habis jadi coba ayam yang goreng aja. Nasinya enak dan harum, ayamnya juga tender dan juicy.

Nasi ayam + ayam goreng

Tempatnya pas di Jalan Bukit Bintang, dan di jalan ini banyak sekali restoran Asia Selatan seperti India dan Pakistan. Kedai nasi ayam ini bisa jadi pilihan bagi orang yang menghindari makanan yang bersantan dan terlalu berlemak.

3. Nasi Lemak Alor Corner

Kalau pagi-pagi di Aceh bisa sarapan nasi gurih (nasi santan khas Aceh), di sini bisa sarapan nasi lemak. Nasi lemak bungkus yang dijual pagi-pagi di antaranya ada di Jalan Alor. Di sini pilihan lauknya banyak, ada rendang ayam segala. Porsinya kuli banget, bisa buat 2 orang kayaknya. Belum lagi ukuran ayamnya juga jumbo. Si doi yang makannya banyak aja bilang ini kebanyakan :))

Nasi lemak dan rendang ayam

Letaknya di ujung Jalan Alor. Kalau merasa terlalu begah dengan yang ini, di dekat sana ada juga yang jual nasi lemak versi minimalis dengan porsi yang kecil dan lauk yang sederhana.

4. Serai Restaurant

Kalau yang ini kuliner agak mewah di dalam Pavilion Mall, tapi harganya ga terlalu mahal juga kok, seperti makan di mall Jakarta aja. Menunya macam-macam dari yang khas Melayu seperti nasi lemak dan nasi kerabu, sampai yang ala western seperti steak.

Serai Pavilion KL

Saya coba nasi kerabu dengan ayam percik. Nasi kerabu ini tampilannya unik berwarna biru. Si doi coba grilled honey & lemon thyme chicken yang ternyata enak! Mashed potato-nya creamy banget jadi nagih minta. Haha…

Nasi kerabu dengan ayam percik
Nasi campur dengan rendang daging
Grilled honey & lemon thyme chicken

Letaknya di Dining Loft Lantai 7.

5. Restoran Muar

Save the best for (almost) last! Jujur awalnya agak underestimate juga sama restoran ini. Meskipun banyak direkomendasikan oleh para blogger, menunya yang masakan rumahan keliatan biasa aja. Apalagi tempatnya pas di depan Tg’s yang jadi favorit si doi, jadinya tiap ke daerah sana melipirlah kami ke Tg’s. Tapi malam terakhir di KL, kami mau coba kuliner yang sedikit lebih sehat karena agak pusing beberapa hari makannya lemak melulu :))

Restoran Muar tampak depan

Tampilan restoran ini sangat bersahaja dan homey. Ya sesuai lah dengan temanya yaitu masakan rumahan.

Suasanya homey di dalam

Menu yang terkenal di sini ada assam fish, tapi kami ga makan ikan. Jadinya pesan dried chilli chicken. Kami juga coba crispy fried egg yang putih telurnya memang benar-benar crispy tapi kuning telurnya masih setengah matang. Yummm… Dan yang best nih, butter kailan! Secara tampilan emang biasa aja tapi benar-benar kenikmatan HQQ. Haha… Lebay yah, tapi saya emang penggemar sayur dan daun-daunan goreng. Wangi dan rasanya agak mirip daun temurui goreng di ayam tangkap (makanan khas Aceh), tapi ini teksturnya lebih lembut dan ada sedikit manis-manis gitu. Makanan apa aja kayaknya jadi enak kalau ditabur ini. Duuuh pengen lagi :))

Kiri ke kanan: dried chilli chicken, crispy friend egg, dan butter kailan

Kalau malam pergi ke sana mungkin tempatnya kurang keliatan karena dari luar rada gelap dan tempatnya seperti rumah, tapi saran saya jangan lewatkan ke sini buat mencoba telur dan kailan gorengnya. Jangan lupa juga cek jam bukanya karena restoran ini hari Senin tutup dan di hari lain buka pukul 11-3 siang, disambung pukul 6-10 malam.

6. Fuel Shack

Yang ini sebenarnya bukan khusus di Bukit Bintang, tapi saya rasa perlu jadi honorable mention. Hehe… Kalau bosan dengan makanan Melayu, India, Chinese, dan cuma pengen burger, bisa coba gerai fast food punya Malaysia ini.

Gerai Fuel Shack di Plaza Low Yat

Rasanya? Menurut saya lebih enak daripada McD dan BK. Saya coba burger Original Shack yang tampilannya sederhana tapi rasanya wakacao lah :)) Dagingnya tebal banget dan gurihhh… seperti digoreng dengan butter atau minyak samin? Mungkin saya salah hehe, yang pasti lebih berasa dagingnya.

Original Shack Burger with french fries

Saya mencoba burger ini di cabang daerah KLCC, tapi waktu main ke Plaza Low Yat (semacam BEC-nya KL) di daerah Bukit Bintang, ternyata ada juga gerainya di jajaran toko bagian depan sebelah Starbucks, dengan tempat yang lumayan lebih luas daripada di cabang lain.

 

Hasil wisata kuliner di KL? Hanya dalam 5 hari saya naik 2 kilo :)) Tapi itu masih di bawah “budget” wiskul saya yaitu 3 kilo. Haha, kalau wiskul emang budget saya bukan berupa nominal uang tapi kenaikan berat badan. Rasanya naik berat ini bukan cuma karena lemak-lemak santan dan minyak, tapi karena hampir setiap makan ditemani juga dengan teh tarik ais. Ga apa-apa, udah di Bandung biasanya turun sendiri *optimis sekali 😀

Advertisements

2 thoughts on “Kuliner Halal Bukit Bintang”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s