Kota Cantik Bernama Kotor

Iyes, nama kotanya Kotor di Montenegro. Meski namanya Kotor, kota ini bersih, lebih bersih dari Jakarta *ya eyalaa. Buat saya, ini adalah salah satu kota terfavorit di Eropa dari beberapa kota yang pernah saya sambangi sebagai turis di sana. Emang ada apaan sih di Kotor? Kota ini terletak di tepi laut Adriatik, tepatnya Teluk Kotor, dan dikelilingi gunung. FYI, Montenegro atau nama lokalnya Crna Gora artinya “gunung hitam”. Pemandangannya okeh, ada kota tua dan benteng juga. Jadi pas lah ada wisata alam dan ada wisata kota.

Menurut saya, kota ini setipe sama Dubrovnik di Kroasia yang jadi tempat shooting King’s Landing di serial Game of Thrones. Sama-sama ada kota tua dan benteng tepi laut, tapi Kotor masih lebih damai dibanding Dubrovnik yang udah touristy dan mahal banget. Yah, walaupun ga bisa dibilang hidden gem juga sih. Banyak yang ngeluh kalau siang-siang di Kotor banyak turis yang turun dari kapal cruise. Hehe…

Karena kurang tenar dibanding Dubrovnik, banyak juga yang ke Kotor ikut day trip PP dari Dubrovnik. Menurut saya ini mepet banget. Minimal 2 malam lah di sini, supaya ada full day buat eksplor. Beneran deh, kalian akan lebih suka kota ini daripada Dubrovnik *haish maksa banget *padahal ga dibayar :)) Waktu itu kami menginap di Hostel Pupa yang lumayan bagus dan lokasinya strategis: dekat tempat makan enak, dekat supermarket, dekat old town, dekat port, dekat kasino juga kalau mau coba 😛

Terus udah panjang lebar intronya, ngapain aja di sana? Hehe… Ini dia beberapa kegiatan yang bisa dilakukan di sana.

Keliling Old Town

Sebenarnya saya bukan penggemar kota tua, tapi kota tua di Balkan itu charming banget menurut saya, ga terkecuali kota tua di Kotor. Mungkin karena mirip setting game RPG 😀 Bangunan yang terkenal di sini ada St Tryphon Cathedral dan St Nicolas Church, tapi di sudut-sudut mana pun cantik kok. Old town di sini tidak terlalu besar, banyak toko-toko yang terletak di gang, tapi itulah bagian dari pesonanya.

Yang paling menyenangkan di sini, banyak kucing-kucing lucu berkeliaran. Iyes, Kotor emang surganya kucing dan para penggemar kucing. Kucing-kucing jalanan di sini dijaga sama penduduk, jadi mereka baik-baik dan bersih. Kucing-kucing ini juga udah jadi semacam ikon kota Kotor, sampai ada Cat Museum dan banyak sekali souvenir berbentuk atau bergambar kucing.

Mendaki Benteng San Giovanni

Di pegunungan belakang old town ada benteng San Giovanni atau St John Fortress yang menjulang sejauh 1200 meter di ketinggian. Dari atas sini bisa liat pemandangan kota, teluk, dan gunung-gunung sekitarnya. Nah, kalau biasanya view point zaman now sudah bisa diakses dengan cable car, di sini ga ada yang semacam itu. Hehe… jadi benar-benar harus mendaki bentengnya.

Perjalanan sampai ke puncak sekira 1350 tangga, atau kalau dilihat dari catatan health app saya, setara 77 lantai. Lumayan lah ya hiking sambil menikmati pemandangan. Waktu mendakinya sekitar 50 menit, tapi tergantung pace juga. Saya sih 1 jam karena sambil poto-poto dan sempet makan roti juga *maklum kalau banyak gerak gampang laper 😛 Ada yang katanya sampai berjam-jam juga karena eksplor dulu ke desa di sekitar bentengnya.

Naik ke benteng ini kalau baca-baca blog orang sih ada tiketnya 3 euro, tapi kami kemarin ke sana masih termasuk low season kayanya, jadi gratis. Kalau liat mapnya ada beberapa entry untuk mendaki ke benteng. Kami masuk lewat entry di bagian belakang old town. Entry lainnya ada di luar gerbang old town, dekat penginapan kami, tapi yang ini tampak sangat sepi. Kalau mendaki mandiri pertama kali emang lebih baik ambil jalur mainstream aja. Dari gerbang depan old town jalan aja ke bagian belakang, lalu cari tanda ini di dekat toko souvenir.

Awal-awal mendaki pemandangannya permukiman warga.

Tapi makin ke atas, kita bakal disuguhi pemandangan Kotor Bay yang keren. Di sekitar bentengnya juga ada beberapa reruntuhan dan bangunan, salah satunya adalah Chapel of Our Lady of Health.

Chapel ini letaknya sekira sepertiga perjalanan ke atas. Saran saya, buat yang ga gitu demen hiking atau punya waktu terbatas, minimal mendaki sampai sini lah. Dari sini aja pemandangannya udah bagus banget. Jalur hiking dari bawah sampai chapel ini masih lumayan bagus dan rapi, sedangkan setelah itu sampai puncak, batu-batunya sudah lebih licin dan tidak beraturan. Jadi, meskipun mayoritas mendaki “tangga” tapi tetap pakai sepatu yang nyaman buat hiking yah. Btw teman saya katanya sempat ngeliat ibu hamil naik pake sepatu hak tinggi gitu. Ga ngerti deh saya, warbiyasak xD

Sampai atas ada bendera Montenegro. Wajib foto di sini sebagai barbuk, haha…

Selain bendera, di atas juga ada bapak-bapak jual air mineral dan Coca Cola xD Sayang ga ada mie instan.

Boat Tour ke Perast dan Our Lady of the Rock

Kalau tadi gunung, sekarang ngomongin laut. Di Kotor ada beberapa boat tour yang populer seperti tour ke Perast atau Blue Cave. Awalnya galau juga karena sebagai anak laut pengen ke Blue Cave, tapi air laut bulan April masih sedingin es gitu. Kan percuma juga ke sana ga berenang, masa liatin gua doang heuheu… Akhirnya ya udah lah, santai aja tour ke Perast. Public tour ke sana saya liat-liat di website operator paling murah 20 euro, tapi kemarin karena teman-teman ternyata mau ikutan juga, bisa dapat private boat dengan harga per orang 15 euro.

Perast ini adalah kota tua tepi laut, tapi lebih kecil lagi daripada Kotor. Jalan-jalan di sini setengah jam juga cukup sih kalau ga nongkrong atau masuk-masuk museum.

Ga jauh dari Perast, di tengah laut ada pulau buatan dari batu dan gereja yang bernama Our Lady of the Rock. Bangunannya cantik banget di tengah laut yang tenang dan dikelilingi pegunungan. Ke sini sebaiknya pagi-pagi, karena kalau udah siangan mulai banyak turis-turis dari cruise yang berkunjung ke sini.

Selesai dari Our Lady of the Rock dan balik ke Kotor, ternyata acaranya lebih seru. Si abang driver nawarin kami nyetir speed boat satu-satu. Tentu kami mau lah! 😀 Kata si abang driver, di sana nyetir speed boat bebas, tidak seperti di negara-negara lain yang butuh izin. Heuheu… tapi tetep lah kalau kami nyetirnya agak melenceng dia benerin supaya aman. Waktu itu dia setel musik ajep-ajep juga, jadi seperti DJ Party di atas kapal xD

Makan dan Minum

Oiya tentunya kurang lengkap kalau ga membahas soal makanan. Selama di Kotor, kami sempat makan di beberapa tempat, tapi yang masih saya ingat dan rekomendasikan ada dua: Tanjga dan Galion. Dua-duanya terletak di luar old town, dekat hostel kami.

Tanjga ini restoran keluarga dengan harga lumayan murah, terutama untuk makan sharing. Waktu itu kami pesan menu mixed grill 20 euro bisa buat sharing berempat sampe kenyang. BBQnya enak-enak, ada Cevapcici (daging cincang bakar khas Balkan), sosis, dan grilled chicken.

Galion restorannya rada high-end dan letaknya romantis di pinggir laut 😛 Waktu itu tadinya mau makan malam di sini, tapi udah full booked. Jadinya pas makan siang besoknya baru kosong. Makan di tepi laut tentunya nyoba seafood favorit saya yaitu grilled prawn *keren yah, dulu saya ga bisa makan seafood padahal xD Harga main course sekira 20 euro. Udang yang saya pesan disajikan dengan puree kacang polong khas Kroasia (iya, ini Montenegro, tapi Kroasia kan deket :P) dan kombinasinya ternyata enak banget! Percayalah kalau orang yang ga biasa makan seafood ini ngomong begitu, artinya tuh makanan emang uenak buangett.

Kalau tempat ngopi-ngopi, saya ga banyak cari berhubung ga suka kopi juga hehe… tapi sama teman-teman sempat ke O’Clock Coffee yang terletak di sebuah gang di old town. Cafe ini pemiliknya orang Korea yang ramah. Interiornya oke juga. Harga standar lah ga jauh dari Starbucks. Tentu saja di sini saya tidak beli kopi tapi green tea latte 😛

Nah, segitu dulu kira-kira kegiatan kalau ke Kotor. Dekat Kotor sekitar 30 menit ada kota lain yang cukup terkenal juga yaitu Budva. Pagi-pagi hari terakhir sempat kepikiran mau mampir ke sana, tapi jadinya mager pengen santai di old town aja. Di Kotor kalau musim panas kayaknya lebih seru lagi bisa water sport seperti kayaking dan snorkeling, dan pastinya bisa berenang di Blue Cave *teteup penasaran hehe… Gimana, ada yang minat ke Kotor? Kalau ada saya mau ngikut ke sana lagi 😀

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s