Berlayar di Komodo dengan Kapal Phinisi

Berwisata di Taman Nasional Komodo sekarang sudah cukup mudah. Banyak operator menawarkan paket trip LOB (live on board, menginap di kapal) selama 3 atau 4 hari. Itinerary-nya sih umumnya sama, yang pasti ada snorkeling, trekking, dan melihat komodo. Harga paket trip macam-macam, tapi berbanding lurus dengan tingkat kenyamanan kapal. Yang paling umum digunakan adalah kapal kayu medium, dan harganya bervariasi tergantung nginapnya di kabin atau dek, ber-AC atau tidak. Selain kapal medium, ada jenis kapal yang lebih bagus dan bikin saya penasaran yaitu phinisi.

Kapal phinisi ini dari penampakan dan kenyamanan lebih bagus daripada kapal medium biasa, dan sewanya juga lebih mahal. Sebenarnya saya bukan orang yang rewel-rewel amat soal kenyamanan. Selama backpackeran di Indonesia udah beberapa kali tidur ngampar di rumah penduduk, ga masalah. Tapi, sebagai mahmud pekerja yang kalau ga ngurusin anak, ngurusin kerjaan… rasanya pengen juga merasakan liburan manis manja 😛 Sailing komodo dengan phinisi ini menurut saya seimbang antara adventure dan kenyamanan. Di luar kapal puas-puasin trekking atau nyebur, sementara di kapal bisa benar-benar santai.

Btw kapal phinisi ada kastanya juga sih, ga semua mewah juga :)) Dari yang tidurnya bener-bener ngampar di dek, sampai yang ada private bathroom di tiap kamar dan ada jacuzzinya segala. Open trip pake kapal phinisi agak jarang, biasanya mesti carter sendiri. Ada sih open trip yang cukup populer, sailing dari Lombok ke Komodo pake phinisi, tapi modelnya yang ngampar di dek dan banyak banget orangnya. Itinerarynya rada beda juga, ga ada ke Pulau Padar. Padahal kan pasti mau foto di puncak pulau paling ngehits ini. Halah :))

Kebetulan waktu saya posting foto perjalanan ke Komodo banyak yang komen soal kapalnya. Terus gimana ceritanya saya bisa naik kapal phinisi di Komodo? Adalah Jeng Siska yang punya inisiatif sewa kapal phinisi. Tadinya kami sama-sama mau ikutan open trip sailing Komodo dengan phinisi bareng selebgram (haha… buat saya ga penting selebgramnya, yang penting phinisinya) tapi ga bisa. Jadinya dia hubungi operatornya minta bikin trip untuk rombongan sendiri aja. Operatornya ini yang cariin phinisi yang cocok dan hitungin biaya berdasarkan jumlah orangnya. Rombongan kami akhirnya ada 7 orang, dan kami dapat kapal MV Aqua Luna punyanya Selini Group. Begini penampakannya.

Kapal ini bisa juga dibilang Semi Phinisi karena ukurannya yang lebih kecil dari phinisi pada umumnya, tapi dari segi pembuatan sih sama aja dengan phinisi yang besar. Di sini ada 5 kamar kabin, masing-masing bisa 2 orang, jadi total 10 orang maksimal. Pas lah dengan jumlah rombongan kami yang ga banyak, ga perlu gede-gede juga yang penting nyaman.

Yang paling asoy di sini, di bagian depan kapal ada semacam bale-bale buat bersantai.

Nyaman banget di sini… Bisa bersantai sambil liat pemandangan atau bobo syantik leyeh-leyeh.

Sebenarnya ada tempat bersantai dengan sundeck juga di bagian atas kapal, tapi kami sama sekali ga ke sana karena di sini aja udah pewe bangetts… Di atas malah jadi tempat santainya para ABK. Hehe…

Ngomongin LOB tentunya ga lepas dari soal makan. Makanan yang dimasak chef di sini enak-enak. Saya biasanya ga makan ikan, tapi di sini saya makan ikan loh! *bangga. Ikannya segar dan ga amis, dibakar dan disajikan dengan sambal asam pedas. Sering disuguhin cemilan goreng-gorengan juga, pas banget untuk menggantikan kalori yang hilang setelah trekking dan snorkeling seharian 😛

Di ruang makan ada TV, tapi ga pernah kami tonton. Ya ngapain juga lah ya, banyak pemandangan. Malah enaknya makan di bale-bale juga.

Oiya soal kamarnya… Saya sempat moto sih tapi di GoPro karena lensa kamera biasa kurang wide, terus ga tau filenya ke mana heuheu. Bisa di-googling aja penampakannya *ini ngeblog niat ga sih. Karena ukuran kapal yang kecil, kamarnya lebih mirip kamar kabin di kapal medium biasa dengan kasur yang agak mirip bunk bed (walaupun ini bukan bunk bed sih, cuma 1 tingkat). Kalau di kapal phinisi yang besar kan kamarnya udah seperti kamar cruise dengan ranjang beneran ya. Meski begitu, kamarnya tampak lebih nyaman dan hangat aja, mungkin karena interior kayunya. Di setiap kamarnya ada AC, tapi ga pernah saya pake juga *manusia tropis gampang masuk angin :)) Paling kadang saya nyalain fan-nya supaya ga pengap, tapi seringnya jendela kecil di kamar dibuka aja. Kalau kamar mandi ada 2, tapi yang 1 kecil dan kurang ketutup haha… jadi seringnya 1 aja yang dipake. Tapi ga masalah, kami bukan tipe cewe-cewe yang mandinya bisa sampe sejam xD

Enaknya nginep di tengah laut, pagi-pagi bisa langsung dapat pemandangan bagus.

Soal tempat wisatanya, pasti udah tau lah ya Pulau Padar dan Gili Lawa itu cetar, tapi ternyata yang paling berkesan buat saya itu pas trekking di Pulau Kelor. Kami ke sini sore-sore menjelang sunset, dan waktu itu cuma rombongan kami aja yang ada di sana. Trekking ke atas bukitnya sih jaraknya cukup pendek tapi curam. Tanahnya juga lagi kering banget jadi kadang rada selip. Tapi terbayar sih, karena pemandangan dari atas menjelang sunset gitu benar-benar kayak lukisan.

Soal pantai dan snorkeling, banyak yang bilang Pink Beach bagus banget, tapi menurut saya biasa aja. Yang lebih bagus di Taka Makassar dengan gusungnya. Snorkelingnya lebih bagus dan jernih juga meski arusnya lumayan berasa. Ga banyak foto yang bisa saya dapetin di sini, udah sutris duluan sama batere GoPro yang gampang banget abis xD Ini adanya foto jepretan abang guide.

Buat yang penasaran sama biayanya… Kalau googling di situs-situs carter kapal, paket 3 hari 2 malam di Komodo dengan MV Aqua Luna rata-rata dibanderol di atas 40jt. Tapi kalau dihitung-hitung, biaya kami bertujuh dijumlahkan kira-kira sebanyak 33,6 jt, itu juga sudah termasuk biaya menginap di Hotel La Prima Labuan Bajo di malam terakhir (ini hotel bintang 4, tapi jangan dibandingkan bintang 4-nya dengan yang di Jakarta hehe…) Jadi, daripada langsung booking dari agen carter kapal, mending tanya dulu sama operator open trip atau guide lokal, bisa jadi lebih murah. Bisa minta cariin orang yang minat ikutan juga jadi biaya per orangnya lebih murah lagi. Waktu itu operator yang ngurusin carter kapal kami Tukang Jalan. Dulu juga pernah ikut open tripnya dia, dan sepengalaman saya guidenya selalu pemuda asli dari kampung di tempat wisatanya.

Biaya segitu menurut saya sih worth it ya. Kalau dipikir-pikir, yang bikin perjalanannya menyenangkan selain alam Komodo yang indah dan teman-teman yang asik, ya kapalnya ini. Kalau dirasa kemahalan, pake kapal biasa pun ga masalah sih. Mau murah mau mahal, kan pemandangannya sama ini. Tapi, kalau lain kali saya ke sini, tetap pengen pake phinisi lagi.

PS: Thanks buat temen-temen kece yang jadi model candid 😀

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s