Snorkeling Dengan Arus

Snorkeling adalah kegiatan yang menyenangkan, tapi setiap membaca berita-berita tentang kecelakan snorkeling, rasanya seperti diingatkan lagi bahwa bagaimana pun ini tetaplah kegiatan yang berisiko. Penyebab kecelakaan bisa macam-macam, dari kesalahan alat sampai makhluk laut, tapi salah satu yang umum adalah karena arus. Selama ini saya kalau nulis tentang snorkeling selalu yang bagus-bagusnya aja ya. Sepertinya perlu juga cerita tentang pengalaman yang… bukan buruk sih sebenarnya, tapi cukup mendebarkan juga, supaya orang-orang terutama yang masih baru dengan kegiatan ini bisa berhati-hati juga.

Selama tinggal di Bali dulu saya cukup sering snorkeling, minimal sebulan sekali lah, jadi pasti ada cerita satu dua kali hampir keseret arus seperti ini. Ini kira-kira waktu kedua kalinya saya pergi ke Nusa Lembongan bareng teman-teman. Dari pulau, kami sewa jukung (kapal tradisional) untuk snorkeling di sekitar pulau. Ini benar-benar sewa kapal dan awaknya aja, ga ada guide. Kami hampir ga pernah sewa guide snorkeling kecuali di tempat yang memang diwajibkan seperti di Menjangan.

Waktu itu kami lagi asik-asik snorkeling, dan air lautnya cukup tenang. Saya lagi semangat-semangatnya belajar motret bawah laut. Suatu ketika, saya menyelam buat ambil gambar coral-coral yang cukup bagus. Tapi, rasanya ada yang aneh… meskipun dari tadi saya maju, kok tetap jauh ya dengan objeknya? Lalu tiba-tiba ada sesuatu yang klik di otak saya “Ow sy***t pasti kena arus” -_-;

Jepretan terakhir sebelum kena arus

Saya langsung naik ke permukaan dan cepat-cepat berenang ke kapal. Perahu model jukung itu ada kayu penyeimbang di kanan kirinya, jadi begitu mendekati kapal saya langsung pegangan ke kayu itu, dan saat itu juga arus langsung berubah menjadi sangat kencang. Sampai sekarang pun itu arus paling kuat yang pernah saya hadapi. Gimana ya mendeskripsikan kekuatan arusnya? Pokoknya impossible to fight. Ibarat di film kartun kalau karakternya ketiup angin kencang terus pegangan di tiang listrik, sampai badannya tegak lurus dengan tiang… Begitulah kira-kira posisi saya waktu itu xD Yang bisa saya lakukan cuma desperately meluk kayu itu erat-erat.

Selain saya ada beberapa teman lain yang berhasil sampai ke kapal, tapi sebagian lainnya ternyata terseret arus. Keadaan sudah cukup menegangkan waktu itu. Tapi… Untungnyaaa… Di tengah laut ada perahu kecil tertambat, dan teman-teman saya yang terseret arus berhasil pegangan di situ. Ga lama setelah arusnya melemah (tapi tetap kencang sih), kami yang pegangan di kayu naik ke kapal dan kasih tau situasinya ke nakhoda. Akhirnya kami “menjemput” teman-teman yang berpegangan di perahu kecil di tengah laut, dan selamat lah kami semua.

Setelah kejadian itu kami sama sekali ga trauma atau apa, bahkan bisa ketawa mengingat beberapa kejadian kecil yang lucu pas keseret arus. Memang masa muda itu benar-benar tanpa beban xD Tapi, sekarang saya otomatis jadi lebih concern dengan safety karena sudah berumur berkeluarga. Dari kejadian itu dan beberapa kejadian lainnya selama snorkeling (yang ga sempat ditulis di sini karena postingannya udah panjang :P) ada beberapa hal yang menurut saya bisa menambah safety saat snorkeling dengan arus.

Sewa kapal jika memungkinkan.

Iyes, meskipun snorkelingnya hanya beberapa ratus meter dari bibir pantai. Saya pernah baca pengalaman bule snorkeling di Amed, dan dia bilang dia memutuskan sewa kapal supaya lebih aman. Waktu itu saya ketawa aja, ngapain sih… orang deket sama pantai juga ah, cemen. Tapi sekarang dipikir-pikir bener juga sih dia. Di Amed itu kadang kalau siang arusnya jadi kencang, pernah beberapa kali ada turis bule bahkan teman rombongan sendiri hampir keseret arus. Kalau bawa anak, kemungkinan besar saya bakal sewa kapal juga di sekitar sini.

Sewa guide juga jika memungkinkan.

Guide ini selain bisa kasih tau spot-spot yang bagus harusnya tau juga tentang arus, dan bisa kasih peringatan untuk naik kalau arus sudah mulai kencang. Kalau ada anggota rombongan yang ga bisa berenang pun bisa dijagain. Ingat, tugas utama guide ini menjaga keselamatan kita serombongan ya, jangan dimonopoli dengan minta difotoin ke sana ke mari! (tapi kalau dia yang inisiatif potretin sih rejeki hehe…)

Usahakan tetap dalam jarak pandang awak kapal, atau kalau snorkelingnya dari pantai, dalam jarak pandang orang-orang di pantai.

Udah jelas lah ya, mereka lah yang bakal notice kalau kalian minta tolong atau kenapa-kenapa. Inilah alasan saya biasanya berhenti snorkeling kalau hujan deras. Waktu itu pernah snorkeling di Menjangan, hujan deras, dan saya ajak beberapa teman balik ke kapal… eh malah diketawain. “Ngapain, kan sama aja basah?” Haha… Ya bukan gitu juga kali… waktu hujan jarak pandang terbatas. Kitanya aja susah ngeliat sesama buddies, gimana orang kapal? Mana di Menjangan kita kalau snorkeling biasa jauh-jauh banget. Kalau tiba-tiba arus kencang dan kitanya hanyut ya wassalam ga ada yang liat (which can possibly happen btw… meskipun selama 8x saya ke Menjangan arusnya selalu tenang, ternyata teman pernah kejadian kena arus kencang di sini waktu bareng rombongan lain).

Snorkeling di Menjangan

Pakai alat snorkeling yang nyaman.

Mask yang pas dan tidak gampang berembun, snorkel yang tidak bocor, dan fin yang fit seperti sepatu Cinderella… Ini bisa membantu kita lebih pede di air dan menghadapi arus. Gimana dengan life vest? Jujur saya rada-rada conflicted. Ada yang beranggapan pakai life vest ini wajib supaya aman, tapi banyak orang termasuk saya kurang suka (rasanya saya cuma pernah pake 2-3 kali waktu masih awal-awal nyoba snorkeling). Bukannya sok jago berenang atau gimana… Selain life vest itu bulky dan ga nyaman dipake berenang atau pun selam dangkal, sebenarnya saat ada arus, kita akan jauh lebih gampang terseret kalau pake life vest. Contohnya dari pengalaman saya di atas, semua yang berhasil sampai ke kapal itu semuanya ga pake life vest. Dan sebenarnya kalau bisa berenang, buoyancy dari snorkel dan fin sendiri sudah cukup untuk membuat kita mengambang tanpa banyak usaha.

Sekarang masalahnya gimana kalau ketemu whirlpool atau rip current? Aduh… merinding sendiri bayanginnya. Serem juga berandai-andai seperti ini, tapi saat seperti ini sih, tips berikutnya mungkin lebih membantu.

Tingkatkan ketahanan fisik, skill berenang dan survival.

Ini tips paling nyebelin sebenarnya, karena paling susah dan prosesnya ga instan. Juga rada serem kalau harus membayangkan hal-hal terburuk padahal niatnya pengen bersenang-senang. Tapi gimana lagi, mau ga mau kalau sering main di laut ya harus mempertimbangkan hal ini. Katanya beberapa penyebab orang tenggelam adalah karena panik dan kelelahan, jadi saat kena arus disarankan untuk tidak panik, dan berenang tidak melawan arus tapi ke arah samping sampai keluar dari daerah yang berarus. Tentu saja teori jauh lebih gampang dari praktek, tapi kalau kita lebih prepared fisik dan mental, itu jauh lebih bagus daripada ga prepared sama sekali.

Tips-tips di atas murni berdasarkan pengalaman dan pengamatan saya aja. Saya ga bilang kalau mengikuti tips di atas pasti selamat atau gimana… Ini lebih seperti reminder buat saya dan teman-teman penggemar snorkeling aja. Jujur karena sudah sering snorkeling, kadang-kadang saya pun kepedean dan mengabaikan basic safety, seperti misalnya snorkeling sendirian dari pantai tanpa ada yang ngeliatin. Adanya arus juga ga selalu buruk, kan ada yang namanya drift diving dan drift snorkeling, tapi tentunya ini butuh koordinasi yang baik dengan awak kapal.

Snorkelinglah dengan buddies

Btw ini baru ngomongin arus pas snorkeling aja ya, kalau diving pasti lebih “rame” lagi. Contohnya kalau diving, tips yang umum itu berenang dekat dengan coral-coral supaya arus ga terlalu terasa kencang. Arusnya pun ga cuma ke samping tapi ada yang ke bawah juga alias “down current”, saya pernah ngerasain ini pas diving di Nusa Penida. Waktu itu sih down current-nya ga kencang cuma bikin deg-degan aja buat pemula kayak saya. Tapi kalau sampai kena yang kencang, wah bisa lebih serem sampai harus crawling. Eniwei, mungkin saya baru bisa tulis itu semua kalau udah sering diving ya, sekarang sih tulis soal snorkeling dulu aja. Ini aja udah kayak essay 😛 Mudah-mudahan bermanfaat… Atau malah jadi takut snorkeling? Jangan lah ya 🙂

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s