Month: November 2014

Rame-Rame ke Raja Ampat (Bag 2)

Kegiatan kami waktu pertama ke Raja Ampat ini island hopping, snorkeling, trekking, diving, dan ada sedikit excursion ke resort. Memang itinerarynya ga khusus diving, tapi tetep asik terutama buat yang baru pertama ke Raja Ampat karena bisa liat dan coba banyak hal di sana 🙂

  • Hari 1: Mioskon, Friwen Bonda, Teluk Kabui
  • Hari 2: Trekking Wayag
  • Hari 3: Arborek, Sauwanderek, Yenbuba
  • Hari 4: Raja Ampat Dive Lodge, Pasir Timbul, Waiwo Dive Resort
  • Hari 5: Diving di Friwen Bonda dan Mioskon
  • Hari 6: Waisai – Sorong

Hari 1: Mioskon, Friwen Bonda, Teluk Kabui

Kami ambil penerbangan Jakarta – Sorong via Makassar pake Garuda, berangkatnya malam dan nyampe jam 6.30 pagi. Setelah sampai di bandara Domine Eduard Osok Sorong, langsung deh capcus ke dermaga bareng rombongan. Kami ke Raja Ampat pake speedboat carteran, jadi rencananya langsung island hopping ga perlu singgah di Waisai dulu. Perjalanan dari Sorong ke pulau pertama tujuan kami kalau ga salah sekira 2.5 jam. Waktu ini benar-benar saya manfaatkan buat tidur. Haha…

Mioskon

Pulau pertama yang kami kunjungi namanya Mioskon. Nyampe sini masih kleyengan karena baru bangun tidur. Perasaan masih kayak ke Pulau Seribu cuma lebih bagus haha… Hari pertama ini selow aja… Di sini cuma duduk-duduk dan keliling bentar liat pemandangan.

Pulau Mioskon

Pulau Mioskon

mioskon2

Selow kayak di pulau

Friwen Bonda

Ga jauh dari Mioskon ada Friwen Bonda. Kami snorkeling di sini dilanjut makan siang di pantainya. Emang lah pantai di sini halus banget pasirnya. Bersih-bersih pula. Oiya snorkeling di spot ini menurut saya bagus-bagus aja tapi bukan the best. Subur banget sih coralnya, tapi untuk ukuran Raja Ampat ya masih kurang warna-warni dan kurang banyak ikannya. Kok jadi demanding gini yah wkkk… Jadi di mana yang bagus banget? Tetap ikuti postingan selanjutnya…

Friwen Bonda

Friwen Bonda

Teluk Kabui

Sebelum ke Raja Ampat udah beberapa kali liat keindahan Teluk Kabui ini di tipi. Jadi dia itu kayak ada passage yang diapit pulau-pulau karang, dengan air yang biru dan tenang. Di sini lewat aja karena ga ada spot snorkeling, tapi kalau saya pergi sendiri sih rasanya pengen minta kapalnya berenti trus nyebur kecipak-kecipuk aja gitu. Hihi… Ga papa lah, karena dari sini kami menuju ke tempat yang lebih indah lagi yaitu… Wayag!

Teluk Kabui, airnya mengundang sekali

Teluk Kabui, airnya mengundang sekali

Wayag

Wayag letaknya hampir paling utara Raja Ampat. Daerah ini emang terkenal indah tapi jauuuh. Well, 3 jam dengan speedboat sebenernya ga lama sih… tapi perjalanannya membelah rough sea, jadi sepanjang jalan kapal ajrut-ajrutan sampe pantat kebanting-banting. Hehe…  But I’m not complaining… Semuanya terbayar begitu sampai di sana.

Dermaga KKLD

Dermaga KKLD

KKLD Kawe

KKLD Kawe

Di daerah Wayag ini kayaknya ga ada penginapan ya, cuma ada 1 tempat numpang nginap yaitu di balai KKLD (Kawasan Konservasi Laut Daerah). Memang tempatnya sederhana sekali, tapi ini di Wayag gitu loh 😀 Di depan dermaganya kita bisa snorkeling liat beberapa kima raksasa dan kadang lewat hiu black tip. Btw ini yang bikin agak nyesek sih, karena ketemu hiunya lumayan deket tapi ga ada kamera underwater. Huhu… Biarlah itu jadi kenangan manis saya dan si hiu saja *naoon.

Malamnya setelah makan, kami leyeh-leyeh di dermaga. Keren banget lah pemandangannya liat landscape Wayag malam hari dan bintang-bintang bertaburan gitu, kayak mimpi :’)

Wayag di malam hari

Wayag di malam hari

Dua sejoli di dermaga

Dua sejoli liat bintang di dermaga

Setelah puas nikmatin pemandangan, langsung pergi tidur karena besoknya mau naik-naik ke puncak Wayag.

Hari 2: Trekking Wayag

Pagi-pagi setelah sarapan Indomie rasa “spesial” (saya yakin rombongan trip masih pada inget spesialnya kenapa wkk…) kami berangkat mau trekking ke puncak Wayag. Wayag ini terdiri dari gugusan karst yang tinggi, dan beberapa sudah bisa didaki. Selama trekking ini kita bakal banyak manjat karang. Tempat yang umum buat jadi view point ada 2, disebutnya Pos 1 dan Pos 2. Btw ke Wayag ini saya rada-rada bingung kostumnya. Mau pake kostum mendaki tapi ga enak kalau setelahnya mau leyeh-leyeh di pantai. Mau pake kostum mantai tapi nanti kaki baret-baret pas mendaki 😛 Penting amat ya haha… Tapi ga tau kenapa ujung-ujungnya pake setelan mall biasa aja wkkk… Yang penting pake sepatu yang kuat. Paling mantep sih sebenernya pake sepatu/sendal gunung yang anti selip, jangan pake crocs apalagi sendal jepit… niscaya ancur dipake di medan kayak gitu xD

Menuju Wayag Pos 1, rada mendung tapi tetap cantik

Menuju Wayag Pos 1, rada mendung tapi tetap cantik

Rada mendung tapi tetap cantik juga... orangnya *smacked

Rada mendung tapi tetap cantik juga… orangnya *smacked

Pos 1

Dari KKLD ke starting point Pos 1 ga lama naik speedboat, 5-10 menit aja kayaknya. Startnya dari pinggir pantai (btw pantainya juga keren banget). Awal-awal medannya seperti menanjak di tengah hutan, tapi di tengah-tengah makin curam sampai kita harus manjat karangnya. Dibilang susah sih ngga, tapi memang kitanya harus fit dan hati-hati. Sampai puncaknya ternyata ga sesempit yang dibayangkan. Hehe… Enough spaces for everybody kok… Dan pemandangannya menakjubkan!

Pemandangan dari Pos 1 Wayag

Pemandangan dari Pos 1 Wayag

Wajib narsis di puncak Wayag :P

Wajib narsis di puncak Wayag 😛

Pos 2

Setelah turun dari Pos 1 kami menuju Pos 2. Kali ini startingnya ga dari pantai, tapi langsung loncat dari boat ke karang. Di sini medannya lebih curam dari yang pertama. Menurut saya sih jadi lebih cepat pas naiknya, tapi pas turun jadinya lebih lama karena mesti nemplok kayak cicak :p Pemandangan di sini bahkan lebih bagus dari yang pertama.

Pemandangan dari Pos 2 Wayag

Pemandangan dari Pos 2 Wayag

Another great view

Another great view

Btw kami kira para ABK yang orang Papua udah biasa banget liat pemandangan gini. Eh ternyata pas rombongan trip poto-poto, mereka juga narsis-narsisan lho. Haha…

Para ABK dan ABK wannabe :D

Para ABK dan seorang ABK wannabe 😀

Setelah puas-puasin liat pemandangan (dan narsis) di Wayag, kami balik ke balai buat makan siang dan siap-siap meninggalkan Wayag. Kami berlayar menempuh perjalanan 3 jam kembali ke arah selatan.

Kobe Oser Homestay

Setelah semalam di Wayag, kami pindah penginapan ke Kobe Oser Homestay di Yenwaupnor. Mungkin karena sebelumnya nginap di balai, pas liat tempat ini jadi berasa mewah banget. Hehe… Tapi emang tempatnya bagus sih, kesannya rustic tapi romantis gitu 😛

Penginapan Kobe Oser

Penginapan Kobe Oser

Kamarnya di atas laut dangkal, dan di bawah kamar keliatan banyak kima gede dan ikan-ikan kecil. Sempat liat kalabia alias hiu bambu juga di sini.

Kalabia aka Hiu Bambu

Kalabia aka Hiu Bambu

Btw itu gambarnya diambil sama suami dari atas air pada malam hari loh… Keren khaan… (ga apa-apa sesekali muji suami sendiri, daripada muji suami orang?)

Besoknya kami bakal snorkeling di pulau-pulau sekitarnya… (bersambung ke Bag 3)