Month: November 2013

Perjalanan Pertama ke Wakatobi (Bag 1)

Akhirnya ke Wakatobi juga awal November ini. Buat saya, trip ke Wakatobi itu termasuk perjalanan yang mesti diniatkan. Ya antara niat ngumpulin duit buat tiket pesawatnya atau niat berlama-lama di jalan. Akhirnya saya pilih yang tengah-tengah aja. Hehe…

Btw, buat yang belum familiar sama Wakatobi… kabupaten ini ada si Sulawesi Tenggara, dan terdiri dari 4 pulau utama: Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, Binongko (thus the name Wakatobi). Kalau kata Trinity Traveler, Wakatobi ini surga di atas, surga di bawah. Ya gimana ga penasaran yaa…

Peta Wakatobi

Peta Wakatobi

Gimana cara ke sana?

Kalau pergi dari Jakarta, ada beberapa pilihan:

  • Ambil penerbangan ke Wangi-Wangi. Waktunya cukup efektif, tapi harga tiketnya cukup mahal (sekali jalan bisa 2,5jt), dan terbangnya ga setiap hari.
  • Ambil penerbangan ke kota Bau-Bau, lalu naik kapal laut ke Wangi-Wangi atau Tomia (yang ke Tomia ga setiap hari). Harga tiket lebih murah, tapi waktu di jalan lebih lama, karena di lautnya bisa semalaman.

Kami kemarin dapat tiketnya lebih murah lagi, dan waktunya lebih lama lagi 😛 Itu karena kami dapat tiket promo ke Makassar. Trus dari Makassar ke Bau-Bau tiketnya juga lumayan murah. Jadi rute kami Bandung – Jakarta – Makassar – Bau-Bau – Wangi-Wangi – Tomia. Iya sih, dengan rute begini jadinya waktu lebih lama dan ada biaya tambahan di Makassar seperti airport tax, penginapan, transport bandara, dsb. Tapi setelah diitung-itung, total biaya tetep masih jauh lebih murah, dan berhubung kami belum pernah ke Makassar, bisa sekalian icip-icip juga 🙂

Oiya di atas itu hanya 2 dari berbagai alternatif transportasi ke sana ya. Ada juga lho yang naik kapal Pelni dari Jakarta ke Bau-Bau 😀 (murah tapi waktunya lebih lama lagi). Atau bisa juga naek pesawat Jakarta – Kendari, disambung Kendari – Wangi-Wangi (agak lebih murah daripada Jakarta – Wangi-Wangi). Dari Bau-Bau ke Wangi-Wangi pun sekarang ada kapal cepat yang makan waktu “cuma” 3-4 jam, tapi waktunya ga pas sama jadwal kedatangan pesawat. Yah intinya mix and match aja sesuai budget dan jadwal.

Ada apaan di sana?

Tuh tadi udah dibilang ada surga atas bawah. Hehe… Ya umumnya yang datang ke sini pecinta dunia bawah laut, karena dikabarkan keanekaragaman koral dan spesies laut di sini sangat kaya. Ga cuma bawah laut, alam pantai dan bukitnya pun bagus.

Pulau Sawa

Pulau Sawa, Wakatobi

Nginep di mana di Wakatobi?

Wisatawan yang datang ke Wakatobi umumnya menginap di pulau Wangi-Wangi, Hoga (pulau kecil dekat Kaledupa), atau Tomia. Ibu kota Wakatobi yaitu Wanci yang ada di Wangi-Wangi. Jadi di sini fasilitasnya lebih lengkap daripada pulau lainnya. ATM pun cuma ada di pulau ini 😀 Di sini ada penginapan backpacker dan ada juga resort budget menengah namanya Patuno Resort.

Di sekitar Wanci, Hoga, dan Tomia ada banyak dive spot. Kabarnya sih dive spot yang paling bagus mulai dari Tomia, Hoga, lalu Wanci. Jadi kemarin sih kami sekadar transit di Wanci dan langsung ke Tomia aja. Hehe… Di Tomia ga ada resort dan penginapannya pun ga begitu banyak. Dive center di sini ada 2, dengan DM dan fasilitas alat diving yang terbatas. Jadi kalo ke sini di sekitar libur panjang, bawalah alat diving sendiri atau booking dari jauh-jauh hari supaya masih kebagian alat *pengalaman ga kebagian diving di hari pertama.

Btw, ada juga resort namanya Wakatobi Dive Resort yang ada di pulau Onemooba dekat Tomia. Itu loh, yang punya bandara sendiri dan katanya semalam 7,5jt. For the sake of budget, ga akan saya bahas di sini xD

Okeh, segitu kira-kira pendahuluan untuk Wakatobi. Nantikan kisah perjalanan kami di bagian 2…