Dimulai Dari Sabang (Bag 1)

Trip kali ini ceritanya romantic getaway gitu deh. Haha… Untuk destinasi honeymoon pertama, kami putuskan jalan-jalan ke tempat eksotis dalam negeri. Salah satu yang jadi inceran kami sejak lama yaitu Sabang, atau tepatnya Pulau Weh di Aceh. Pengennya sih keliling Indonesia ngesot gitu dari Sabang sampai Merauke. Jadi ya mulai dari barat dulu lah, entah kapan nyampe ke paling timur. Moga ada rejekinya šŸ˜›

Pulau Weh atau Sabang?

Pulau Weh

Sebelum mulai cerita, mungkin perlu sedikit dibahas soal penyebutan tempat di sana, biar ga bingung. Hehe… Kalau turis biasa menyebut tempatnya dengan nama Pulau Weh, orang lokal lebih sering menyebutnya Sabang. Dua-duanya bener sih. Nama pulaunya Weh, nama kotamadya-nya Sabang. Pusat kota Sabang ada di timur laut Pulau Weh, tapi secara administratif, wilayah daerah kotamadya Sabang meliputi seluruh Pulau Weh dan pulau-pulau kecil di sekitarnya.

Ngapain di Sabang?

Daya tarik utama Pulau Weh dan sekitarnya ada di pantai dan keindahan bawah lautnya. Di sini kita bisa snorkeling, diving, atau berenang-renang cantik aja dikelilingi pemandangan yang bagus banget šŸ™‚ Sebenernya ga cuma itu sih, banyak tempat wisata lain seperti air terjun, benteng peninggalan jaman perang, dsb tapi kami belum sempat ke situ (cuma 4 hari heuheu…). Pantai yang terkenal ada Iboih, Gapang, dan Sumur Tiga. Selain itu, di sana ada Tugu KM 0 Indonesia. Ga ngapa-ngapain juga sih di tugu situ, tapi buat pecinta wisata lokal ya ceritanya kebanggaan aja gitu bisa mampir sana šŸ˜€

Pemandangan dari pinggir jalan di Pulau Weh

Pemandangan dari pinggir jalan di Pulau Weh

Gimana cara ke sana?

Pertama kita ke Banda Aceh, abis itu pergi ke pelabuhan Ulee Lheue yang letaknya sekitar 6 km dari pusat kota. Dari pelabuhan ada beberapa alternatif, bisa naik kapal cepat ~50 menit atau ferry ~2 jam ke pelabuhan Balohan di Pulau Weh. Begitu sampe Balohan biasanya udah ada orang-orang yang nawarin naek Kijang atau minibus buat nganter ke penginapan. Untuk baliknya dari penginapan ke Balohan, pake transport kayak gitu juga. Caranya bisa minta pesen taksi dari penginapan.

Nginep di mana?

Penginapan-penginapan banyaknya di Iboih, Gapang, Sumur Tiga, dan ada juga di pusat kota. Tarif macem-macem dari yang buat backpacker sampe yang agak mewahan. Kalau tujuan utamanya diving dan snorkeling, disarankan di Iboih atau Gapang aja soalnya dive operator ada di situ, plus lebih deket juga ke spot yang bawah lautnya bagus. Kemaren sih saya nginepnya di Iboih. Penginapan di Iboih ga sebesar yang di Gapang, kamar-kamarnya dibikin semacam rumah panggung dari kayu di tengah hutan rimbun di atas tebing dengan pemandangan ke arah laut. Lebih eksotis, tapi aksesnya lebih susah dan medannya agak terjal, kurang cocok buat bawa orang lanjut usia atau anak kecil.

Pemandangan dari penginapan di pantai Iboih

Pemandangan dari penginapan di pantai Iboih

Sekian pengantarnya. Untuk itinerary kami selama di sana, tunggu bagian 2 yaa… šŸ™‚

Note:

Advertisements

6 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s