Masak Apa di Campervan?

Beberapa minggu yang lalu saya pergi bersama dua orang teman untuk road trip di South Island, New Zealand pakai campervan. Tapi jangan tanya saya seluk beluk sewa dan maintenance campervannya ya, karena tripnya diurus sama operator, kami tau beres aja haha *manis manja. Lumayan banget kami dapat campervan Britz 6-berth buat dipake bertiga, jadi terasa lapang. Tiap malam kami menginap di camping site berbayar atau disebut juga holiday park. Di tempat ini selain bisa parkir campervan, bisa juga plug listrik untuk berbagai keperluan di campervan (microwave, charging HP dan kamera, dsb). Ada juga fasilitas umum seperti dapur, toilet, dan shower yang lumayan.

Continue reading Masak Apa di Campervan?

Transit 12 Jam di Sydney

Kemarin saya liburan ke New Zealand, dan waktu berangkatnya ada transit 12 jam di Sydney. Kebetulan sebelumnya belum pernah ke Sydney, jadi waktu transit ini saya manfaatkan buat eksplor sedikit di kota. FYI, kalau transit lebih dari 8 jam di Australia dan belum punya visitor visa, perlu buat visa transit yang bisa digunakan sampai 3 hari per kedatangan.

Buat yang baru pertama kali ke Sydney, paling cocok dan mudah eksplor daerah Circular Quay aja, karena di sini ada landmark yang terkenal seperti Sydney Opera House dan Harbour Bridge. Cara ke sana tinggal naik kereta Airport Link dan berhenti di stasiun Circular Quay. Tiketnya bisa dibeli satuan atau bisa juga beli Opal Card dan top up balance-nya. Waktu itu biaya sekali jalan AUD 19.40, dan ini termasuk biaya gate pass bandara AUD 14.90. Artinya, kalau mau bayar murah (AUD 4.50) bisa aja jalan ke luar bandara dulu dan naik kereta dari stasiun sesudah bandara, seperti yang orang-orang lokal biasa lakukan. Saya sih males, jadi langsung naik dari bandara aja. Time is money haha… Continue reading Transit 12 Jam di Sydney

Liburan Keluarga ke Kuala Lumpur

Sekali-kali nulis tentang liburan keluarga biar ga dikira kelayapan sendiri mulu. Hehe… Liburan kali ini spesial karena pertama kalinya si kecil ke luar negeri dan pertama kalinya liburan ke luar bareng keluarga dari Aceh. Yah walaupun sebenarnya buat yang di Aceh, ke Malaysia itu deket banget, malah lebih jauh kalau ke Bali 😀

Merencanakan liburan keluarga agak berbeda dengan liburan sendiri karena lebih banyak constraint-nya, seperti itinerary yang tidak boleh terlalu capek dan tidak terlalu banyak jalan mengingat ada orang tua yang tidak kuat jalan jauh. Makanya meskipun “cuma” ke Kuala Lumpur, saya sampai tanya-tanya teman tentang rekomendasi penginapan dan transportasi di sana. Continue reading Liburan Keluarga ke Kuala Lumpur

Kuliner Halal Bukit Bintang

Daerah Bukit Bintang di Kuala Lumpur cukup terkenal sebagai tempat wisata shopping dan kuliner. Ngomongin soal kuliner di sana, biasanya ga jauh-jauh dari wisata kuliner malam di Jalan Alor. Sayangnya, bagi mayoritas turis Indonesia yang muslim, kuliner di sana yang didominasi masakan Chinese kurang direkomendasikan karena kehalalannya diragukan. Kebetulan saya waktu terakhir ke sana tinggal di daerah Bukit Bintang dan bawa keluarga dari Aceh, jadi harus ekstra pilih-pilih. Kalau sendiri sih bebas haha… xD Continue reading Kuliner Halal Bukit Bintang

Pendakian Singkat di Daedunsan

Kembali ke postingan Korea, kali ini saya akan share pengalaman saya ke salah satu gunung di sana yaitu Daedunsan. Gunung Daedun ini ga begitu terkenal, bahkan seorang anak muda Korea yang saya temui di Hongdae aja ga tau :)) tapi bukan berarti ga bagus. Saya memutuskan ke sini setelah riset (halah) tentang tanggal peak autumn di gunung-gunung Korea. Untuk musim gugur, yang paling terkenal itu Soeraksan dan Naejangsan. Sayangnya peak autumn Seoraksan itu awal 20an Oktober dan Naejangsan sekitar belasan November, sedangkan saya datang sekitar akhir Oktober dan awal November. Saya emang rada perfeksionis soal tanggal-tanggalan gini :)) Baca-baca, yang peaknya sekitar awal November itu Daedunsan, jadi cuss deh ke sana. Continue reading Pendakian Singkat di Daedunsan

Seribu Alasan Berkunjung ke Bosnia-Herzegovina

Nulis blog aja malas-malasan, sekarang mau nulis seribu poin? Hehe iya deh ga mungkin seribu, tapi yang pasti ada beberapa alasan yang cukup oke untuk memasukkan Bosnia-Herzegovina ke dalam travel list kalian. Eh saya tulis Bosnia aja untuk merujuk ke nama negaranya ya, walaupun sebenarnya Bosnia dan Herzegovina itu merupakan dua region berbeda yang membentuk negaranya. Jujur, waktu saya pergi trip ke Balkan, saya ga berharap banyak sama Bosnia. Saya pikir Dubrovnik bakal jadi highlight tripnya karena saya suka Game of Thrones, tapi kenyataannya bagi saya trip ke Dubrovnik malah jadi biasa saja. Yang paling saya suka itu Kotor di Montenegro (pernah saya tulis di postingan lain) dan juga Sarajevo dan Mostar di Bosnia. Sebenarnya ga lama juga sih saya di Bosnia, hanya total 3 malam, tapi cukup berkesan. Bukan cuma saya, teman-teman saya juga merasakan hal yang sama. Continue reading Seribu Alasan Berkunjung ke Bosnia-Herzegovina

Gagal Jadi Vlogger

Salah satu cara membedakan milenial muda dan milenial tua (iya, saya termasuk milenial tua wkkk) adalah ketertarikan pada Youtube. Milenial tua umumnya suka youtube-an tapi kalau perlu atau iseng saja, sedangkan milenial muda hidup dengan youtube-an. Saya baru sadar betapa besarnya peran Youtube dalam hidup anak muda waktu adik sepupu saya ngomongin soal channel-channel Youtube dan artis-artisnya yang udah dianggap seperti selebritas. Belum lagi banyak juga yang update sekali dengan drama-drama Youtubers dan lain sebagainya. Konon banyak anak muda sekarang juga lebih bercita-cita jadi Youtuber ketimbang jadi insinyur, dokter, dsb. Continue reading Gagal Jadi Vlogger

Warna-Warni Musim Gugur di Seoul

Banyak orang bilang musim gugur itu waktu terbaik buat berkunjung ke Korea Selatan. Saya sih belum bisa bandingin, karena emang cuma pernah ke sana pas musim gugur 😀 Kalau mau menikmati musim gugur di Korea, yang sudah pasti wajib itu ke Nami Island lah ya, dan kalau suka hiking bisa ke salah satu gunung di sana, tinggal pilih aja sesuai lokasi dan tanggal peak foliage-nya. Kalau cuma sekitar Seoul aja gimana? Jangan khawatir, tanpa mengkhususkan diri ke tempat tertentu pun, kita tetap bisa liat daun-daun cantik di mana-mana. Continue reading Warna-Warni Musim Gugur di Seoul

Kota Cantik Bernama Kotor

Iyes, nama kotanya Kotor di Montenegro. Meski namanya Kotor, kota ini bersih, lebih bersih dari Jakarta *ya eyalaa. Buat saya, ini adalah salah satu kota terfavorit di Eropa dari beberapa kota yang pernah saya sambangi sebagai turis di sana. Emang ada apaan sih di Kotor? Kota ini terletak di tepi laut Adriatik, tepatnya Teluk Kotor, dan dikelilingi gunung. FYI, Montenegro atau nama lokalnya Crna Gora artinya “gunung hitam”. Pemandangannya okeh, ada kota tua dan benteng juga. Jadi pas lah ada wisata alam dan ada wisata kota. Continue reading Kota Cantik Bernama Kotor

Berlayar di Komodo dengan Kapal Phinisi

Berwisata di Taman Nasional Komodo sekarang sudah cukup mudah. Banyak operator menawarkan paket trip LOB (live on board, menginap di kapal) selama 3 atau 4 hari. Itinerary-nya sih umumnya sama, yang pasti ada snorkeling, trekking, dan melihat komodo. Harga paket trip macam-macam, tapi berbanding lurus dengan tingkat kenyamanan kapal. Yang paling umum digunakan adalah kapal kayu medium, dan harganya bervariasi tergantung nginapnya di kabin atau dek, ber-AC atau tidak. Selain kapal medium, ada jenis kapal yang lebih bagus dan bikin saya penasaran yaitu phinisi. Continue reading Berlayar di Komodo dengan Kapal Phinisi